Rabu, 06 Februari 2013

Apa Sih Perbedaan Pola Hidup Orang Kaya dan Miskin


Perang paling besar dan abadi dalam kehidupan ini, ialah perang melawan diri sendiri

Tung Desem Waringin

Orang Miskin dan Kelas Menengah Bekerja Untuk Uang Orang Kaya Mempunyai Uang yang Bekerja Untuk Mereka
Seringkali kita dengar sebuah cerita yang biasa terjadi, 
orang menengah begitu lulus sekolah mereka bekerja dan kemudian ketika mereka menemukan pasangan mereka menikah dan karena dua-duanya bekerja mereka merasa cukup dapat penghasilan.

Untuk itu mereka memberanikan diri untuk mencicil rumah. Dan kemudian datang lah kabar gembira bahwa yang perempuan hamil. Dan untuk itu yang lelaki bekerja lebih keras lagi untuk menyambut kehadiran sang bayi. Dan begitu bayi lahir dan bayi berikutnya lahir, keduanya termotivasi untuk mengejar uang lebih keras lagi. Waktu berlalu dan mereka berdua dipromosikan dan naik gaji. 

Dan ketika bertambah bayi berikutnya akhirnya yang laki-laki meminta sang istri berhenti bekerja untuk merawat anak. Dan sang suami bekerja lebih keras lagi sampai akhinya dipromosikan dan naik gaji lagi. Dan kerena gaji cukup besar, maka beranilah mulai menyicil mobil. Dan seiring anak-anaknya bertambah besar, rumah yang kecil tadi semakin penuh sesak dan begitu gaji besar maka mulai menyicil rumah yang lebih besar. 

Dan ketika anak-anak mulai besar maka mulai menyicil mobil berikutnya. Dan ketika karir melonjak lebih bagus lagi karena di angkat menjadi direktur maka mulailah menyicil rumah mewah dan ada kolam renangnya. Terus dan menerus sampai akhirnya mereka mati meninggalkan hutang. Mereka seumur hidup menjadi budak uang.

Sabtu, 02 Februari 2013

Galau, Dari Sudut Pandang Psikologi

Galau, Dari Sudut Pandang Psikologi
Galau, sudah tidak asing lagi didengar oleh kalangan remaja hingga dewasa awal. Bila diperhatikan, tidak jarang kita menemui status facebook atau twitter yang berisi kegalauan dari pemilik akun. Biasanya mereka menunjukkan kegalauan dengan status mengeluh, menunjukkan diri sedang resah, bingung, dan pikiran kacau. Bagaimana sebenarnya galau dilihat dari sisi psikologi? Apakah ini termasuk gangguan atau tidak?

Galau dalam KBBI memiliki persamaan kata dengan kacau pikiran, bimbang, bingung, cemas dan gelisah. Kata galau akan lebih tepat bila disebut bimbang, namun pengertiannya lebih pada arah bentuk kecemasan seseorang.
Kecemasan adalah perasaan tak nyaman berupa rasa gelisah, takut, atau khawatir yang merupakan manifestasi dari faktor psikologis dan fisiologis. Kecemasan dalam kadar normal merupakan reaksi atas stress yang muncul guna membantu seseorang dalam merespon situasi yang sulit.

Minggu, 28 Oktober 2012

8 Cara Liburan Murah-Meriah


alt
“Enaknya ngapain, ya, di akhir pekan?”Pertanyaan itu mungkin sering terlintas dibenak Anda dan keluarga.
            Menentukan aktivitas yang bisadilakukan di akhir minggu sebenarnya tidaklahsulit. Mungkin kebanyakan dari kita sudahterbiasa menghabiskan akhir minggu denganberjalan-jalan ke mal. Kegiatannya sepertinyasepele, ya, “hanya” makan dan belanja sedikit.Tapi tahu-tahu, dompet sudah menipis.
            Kalau Anda ingin bisa berlibur tanpamengeluarkan banyak uang, di sini adaberagam pilihan aktivitas yang dapat Andajalani bersama keluarga. Seru danbermanfaat, lho. Mari simak.

1.       Jika Anda dan keluarga hobiberolahraga, inilah saatnya berkunjung ke tempat-tempat olahraga. Misalnya lapangan tenis atau kolamberenang. Saat ini ada banyak tempat olahraga yang menawarkan paket hemat yang harganya tentu saja dibawah harga normal. Manfaatkan kesempatan ini untuk menjadikan diri lebih bugar dan anggota keluarga lebihakrab. Anda juga dapat mengunjungi taman di dekat rumah bersama si kecil sambil berkeliling naik sepeda, laludilanjutkan bermain bulu tangkis atau sepak bola, atau yang lainnya. Hari Bebas Kendaraan Bermotor di beberaparuas jalan kota pun bisa dimanfaatkan sebagai sarana berolahraga.

Senin, 15 Oktober 2012

Menikmati Kritik & Celaan

Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.
Persis seperti orang yang sedang duduk di sebuah kursi sementara di bawahnya ada seekor ular berbisa yang siap mematuk kakinya. Tiba-tiba datang beberapa orang yang memberitahukan bahaya yang mengancam dirinya itu. Yang seorang menyampaikannya dengan cara halus, sedangkan yang lainnya dengan cara kasar. Namun, apa yang terjadi? Setelah ia mendengar pemberitahuan itu, diambilnya sebuah pemukul, lalu dipukulkannya, bukan kepada ular namun kepada orang-orang yang memberitahukan adanya bahaya tersebut.

Penyebab Boros


TIDAK ADA PERENCANAAN

Salah satu ciri zaman modern adalah segala sesuatu dibuat menjadi sangat mudah. Lihat saja televisi, kalau dulu selain ukurannya besar, memindahkan channel-nya pun butuh tenaga. Bandingkan dengan TV zaman sekarang yang sudah menggunakan remote control, yang hanya dengan sekali sentuh, channel sudah berpindah. Termasuk untuk menggerakkan TV-nya sekalipun. Juga AC, lampu, bahkan ada yang dengan suara pun sudah bisa menjadi sensor penggerak peralatan rumah tangga kita, luar biasa. Sungguh kemampuan akal manusia telah menjadikan kebutuhan hidup kita lebih mudah untuk dilakukan.
Tapi, kemudahan ini pun ada dampak negatifnya. Tiada lain karena segala kemudahan yang didukung dengan pengetahuan yang memadai serta sikap mental yang bermutu, ternyata dapat menjadi biang munculnya pemborosan. Ada seorang suami yang tercengang melihat rekening tagihan bulanannya yang membengkak luar biasa sesudah ia dan istrinya masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone. Tiada lain, karena sedemikian mudahnya menggunakan dua alat yang memang diperuntukkan sebagai pemberi kemudahan ini. Biasa tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu untuk mengadakan perhitungan biaya yang dikeluarkan pun terlewati.